"Dan apabila aku sakit, Dialah (Allah Swt) Yang menyembuhkan aku" (QS.26 Asy-Syu'araa':80)
"Pengobatan yang utama yang kalian lakukan adalah BEKAM" (HR.Bukhari, hal.5696)
"Nabi Saw pernah diBEKAM Abu Thibbah, lalu Beliau Saw memerintahkan diberi upah 2 sho' makanan"(HR.Bukhari-Muslim)
"Kesembuhan itu ada pada 3 hal: minum Madu, berBEKAM dan Kay sundutan api, Sesungguhnya aku melarang ummatku dari Kay" (SHOHIH Al-Bukhari, ath-thibb,juz 1)
"Gunakanlah Habbatussauda, karena ia obat untuk semua penyakit, kecuali maut" (HR.Bukhari-Muslim)
"Dan apabila aku sakit, Dialah (Allah Swt) Yang menyembuhkan aku" (QS.26 Asy-Syu'araa':80)
"Pengobatan yang utama yang kalian lakukan adalah BEKAM" (HR.Bukhari, hal.5696)
"Nabi Saw pernah diBEKAM Abu Thibbah, lalu Beliau Saw memerintahkan diberi upah 2 sho' makanan"(HR.Bukhari-Muslim)
"Kesembuhan itu ada pada 3 hal: minum Madu, berBEKAM dan Kay sundutan api, Sesungguhnya aku melarang ummatku dari Kay" (SHOHIH Al-Bukhari, ath-thibb,juz 1)
"Gunakanlah Habbatussauda, karena ia obat untuk semua penyakit, kecuali maut" (HR.Bukhari-Muslim)

Minggu, 28 Juni 2015

RUQYAH menurut bahasa berarti Jampi-jampi,mantra atau Do'a


pengertian menurut kaidah SYAR'I : RUQYAH SYAR'IYYAH adalah sebuah terapi pengobatan dengan cara membacakan ayat-ayat AL-QUR'AN dan DO'A-DO'A perlindungan yang bersumber dari AL-QUR'AN dan AS-SUNNAH Rasulullah Saw.

Manfaat RUQYAH :
              untuk penjagaan,perlindungan,pengobatan dan penyembuhan baik untuk diri sendiri maupun orang lain dari berbagai penyakit medis ataupun non-medis. RUQYAH SYAR'IYYAH merupakan bagian dari syumuliyah islam yang dapat digunakan untuk media dakwah sehingga diharapkan terapi Ruqyah yang dilakukan tidak keluar dari bingkai islam.

pengobatan Ruqyah sebenernya sudah ada sejak masa sebelum islam. kemudian Rasulullah Saw menetapkan Ruqyah yang dibolehkan dan Ruqyah yang terlarang. seiring dengan perkembangan zaman pengobatan Ruqyah mengalami pasang surut. dan akhir-akhir ini Ruqyah syar'iyyah marak kembali dan meluas kedaerah-daerah bahkan masuk ke berbagai macam media,.

Landasan-landasan RUQYAH terdapat didalam AL-QUR'AN dan AS-SUNNAH :


وننَزِّلُ مِنَ القرآنِ مَا هُوَ شفَاءٌ وَرَحْمَةٌ لِّـلْمُؤْمِنِيْنَ، وَلاَ يَزيْدُ الظالِمِيْنَ إلاَّ خَساراً


“Dan Kami turunkan dari Al Quran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al Quran itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian.” (QS. Al Isra’: 82)


يأأيها الناس قد جاءتكم موعظة من ربكم وشفاء لما في الصدور وهدى ورحمة للمؤمنين

"Hai manusia, Sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman." (QS. Yunus : 57)


وَلَوْ جَعَلْنَاهُ قُرْآنًا أَعْجَمِيًّا لَقَالُوا لَوْلَا فُصِّلَتْ آيَاتُهُ ۖأَأَعْجَمِيٌّ وَعَرَبِيٌّ ۗقُلْ هُوَ لِلَّذِينَ آمَنُوا هُدًى وَشِفَاءٌ ۖوَالَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ فِي آذَانِهِمْ وَقْرٌ وَهُوَ عَلَيْهِمْ عَمًى ۚأُولَٰئِكَ يُنَادَوْنَ مِنْ مَكَانٍ بَعِيدٍ
 

"Dan jikalau Kami jadikan Al Qur'an itu suatu bacaan dalam selain bahasa Arab tentulah mereka mengatakan: "Mengapa tidak dijelaskan ayat-ayatnya?". Apakah (patut Al Qur'an) dalam bahasa asing, sedang (rasul adalah orang) Arab? Katakanlah: "Al Qur'an itu adalah petunjuk dan penawar bagi orang-orang yang beriman. Dan orang-orang yang tidak beriman pada telinga mereka ada sumbatan, sedang Al Qur'an itu suatu kegelapan bagi mereka. Mereka itu adalah (seperti) orang-orang yang dipanggil dari tempat yang jauh".(QS.Al-Fushilat : 44)

Hadits shahih riwayat Bukhari dan Muslim dari Abi Sa'id Alkhudri :

    Dari Abi Sa'id Alkhudri Ra. beliau berkata, ketika kami sedang berada dalam perjalanan, kami singgih disuatu tempat, maka datanglah seorang wanita dan bertaka "sesungguhnya pemimpin kami terkena sengatan,sedangkan sebagian kami sedang tidak ada, Apakah diantara kalian ada yang bisa meRUQYAH?" maka bangunlah seorang dari kami yang tidak diragukan kemampuan dalam RUQYAH,dia meruqyah dan sembuh. kemudian dia diberi 30 ekor kambing dan kami ngambil susunya. ketika peruqyah itu kembali, kami bertanya, "Apakah anda bisa? Apakah anda meruqyah?" ia berkata "Tidak, saya tidak meruqyah melainkan dengan Al-fatihah" kami berkata "jangan bicarakan sesuatu apapun, kecuali setelah kita mendatangi atau bertanya kepada Rasulullah Saw. ketika sampai dimadinah, kami ceritakan kepada Nabi Saw, dan beliau Bersabda : "Tidakkah ada yang tahu bahwa itu adalah RUQYAH? bagilah kambing itu dan jadikan aku satu bagian." (HR. Bukhari-Musllim)


Hadits shahih riwayat Muslim dari Auf bin Malik Al-Asyja'i :

      Dari Auf bin Malik Al-Asyja'i, ia berkata: Dahulu kami meruqyah dimasa jahiliyah, dan kami bertanya  :"wahai Rasulullah bagaimana pendapatmu?"

Rasulullah Saw bersabda : "perlihatkan kepadaku Ruqyah kalian, tidak apa-apa dengan Ruqyah jika tidak ada unsur syiriknya" (HR. Muslim)


Hadits shahih riwayat Bukhari dan Muslim dari Ummu Salah :

       Dari Ummu Salamah Ra. bahwa Nabi Saw pernal melihat dirumahnya seorang anak wanita yang diwajahnya ada Gangguan Mata. lalu Nabi Saw bersabda "bacakanlah Ruqyah untuknya karena dia kena gangguan mata." (HR. Bukhari-Muslim)

 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar